Deli Serdang — Sekitar 5.000 lampion menghiasi kawasan Maha Vihara Maitreya, menghadirkan semburat cahaya merah keemasan yang menandai penyambutan Tahun Baru Imlek. Deretan lampion yang terpasang rapi dari gerbang hingga pelataran vihara itu tak hanya memperindah ruang ibadah, tetapi juga menjadi simbol harapan, keberuntungan, dan kebajikan bagi umat dan masyarakat sekitar.
Sejak sore hingga malam, warga berdatangan—keluarga, anak-anak, hingga lansia—menikmati suasana hangat yang menenangkan. Cahaya lampion memantul di wajah-wajah yang tersenyum, menciptakan momen kebersamaan yang membumi.
Simbolisme Lampion dan Makna Imlek
Dalam tradisi Tionghoa, lampion melambangkan terang di tengah gelap—penuntun menuju tahun yang lebih baik. Penempatan ribuan lampion di vihara dimaknai sebagai doa kolektif: agar kehidupan dipenuhi kesehatan, rezeki yang cukup, dan keharmonisan.
Panitia vihara menata lampion dengan memperhatikan estetika dan keselamatan, memastikan jarak, ketinggian, serta jalur pejalan kaki tetap nyaman bagi pengunjung.
Ruang Ibadah yang Terbuka dan Aman
Selain memperindah, kegiatan ini menegaskan fungsi vihara sebagai ruang publik yang inklusif. Pengelola bekerja sama dengan relawan dan aparat setempat untuk menjaga ketertiban, mengatur arus pengunjung, serta memastikan penerangan memadai. Upaya ini penting agar perayaan berjalan aman dan khidmat.
Pengunjung diimbau menjaga kebersihan, menghormati prosesi ibadah, dan mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama.
Human Interest: Keluarga, Doa, dan Kenangan
Bagi banyak keluarga, kunjungan ke vihara saat Imlek adalah tradisi lintas generasi. Anak-anak belajar makna berbagi dan bersyukur, orang tua menyalakan dupa dan memanjatkan doa, sementara kakek-nenek menikmati suasana yang mengingatkan pada masa lalu. Lampion-lampion menjadi latar kenangan yang akan diceritakan kembali di meja makan keluarga.
Warga sekitar pun turut merasakan dampaknya—UMKM kecil menjajakan makanan dan suvenir, menambah denyut ekonomi lokal tanpa mengurangi kekhusyukan acara.
Menjaga Harmoni dan Toleransi
Perayaan Imlek di Maha Vihara Maitreya menjadi cermin kerukunan antarumat. Kehadiran warga lintas latar belakang menunjukkan bahwa perayaan budaya dan keagamaan dapat dirayakan bersama, saling menghormati, dan memperkuat persaudaraan.
Penutup
Hiasan 5.000 lampion di Maha Vihara Maitreya bukan sekadar dekorasi. Ia adalah pesan cahaya—tentang harapan yang dirawat bersama, doa yang dipanjatkan dengan tenang, dan kebersamaan yang menguatkan.
