JAKARTA, BPH MIGAS (CVTOGEL) — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus bekerja 24 jam untuk memulihkan total distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah-wilayah yang terdampak parah bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. Pemulihan ini sangat krusial, tidak hanya untuk kebutuhan harian masyarakat, tetapi juga untuk menjamin kelancaran operasi alat berat dan generator di posko-posko penanggulangan bencana.
BPH Migas, sebagai regulator, mengkoordinasikan PT Pertamina dan seluruh penyalur BBM untuk menghadapi tantangan terberat: terputusnya akses darat.
I. Tantangan Ganda: Akses dan Listrik Padam
Kepala BPH Migas, [Dr. Erika Novita], menjelaskan bahwa distribusi BBM di wilayah seperti Sumatera Barat dan Aceh terhambat oleh masalah infrastruktur.
Jalur Logistik Putus: Longsor dan jembatan yang rusak di Padang Pariaman, Agam, dan Aceh Tamiang membuat truk tangki BBM berkapasitas besar sulit menembus SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) atau APMS (Agen Penyalur Minyak dan Solar) di daerah terisolasi.
Listrik Lumpuh: Di lokasi yang banjirnya baru surut, SPBU tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN terputus. SPBU memerlukan listrik untuk menjalankan pompa dispenser dan sistem pembayaran digital.
II. Strategi BPH Migas: Prioritas dan Solusi Darurat
BPH Migas telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Khusus untuk mengawal distribusi selama masa darurat ini:
Prioritas Kritis: Memastikan pasokan BBM didistribusikan pertama kali untuk kebutuhan kritikal: rumah sakit, posko BNPB, generator di posko pengungsian, dan operasional alat berat yang digunakan untuk membersihkan material longsor.
Jalur Alternatif dan Pengawalan: BPH Migas berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk membuka jalur alternatif darurat dan memberikan pengawalan bagi truk tangki agar dapat melaju cepat dan aman di jalur yang masih rawan.
Layanan Mobile (Pertamina Delivery Service): Mengarahkan penggunaan layanan Pertamina Delivery Service (PDS) dan mobil dispenser bergerak di titik-titik yang terisolasi, di mana SPBU masih belum bisa beroperasi.
“BBM adalah energi untuk kehidupan dan pemulihan. Kami berjanji akan terus bekerja 24 jam, memastikan tidak ada satu pun wilayah terdampak bencana yang mengalami kelangkaan BBM. Ketahanan energi harus terjamin,” tegas [Simulasi: Dr. Erika Novita].
BPH Migas mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan, menghindari praktik penimbunan, dan segera melapor jika menemukan kendala pasokan di lapangan.
