Gaza (cvtogel) — Kelompok Hamas menuduh Israel telah melakukan 813 pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza sejak kesepakatan penghentian sementara permusuhan diberlakukan. Tuduhan tersebut disampaikan Hamas dalam pernyataan resmi yang dirilis kepada media internasional, di tengah meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran runtuhnya kesepakatan gencatan senjata.
Menurut Hamas, ratusan pelanggaran itu mencakup serangan udara, tembakan artileri, pergerakan militer di zona sensitif, serta pembatasan akses bantuan kemanusiaan ke wilayah Gaza. Kelompok tersebut menilai tindakan Israel sebagai bentuk pengingkaran terhadap komitmen gencatan senjata yang telah disepakati melalui mediasi internasional.
“Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata dengan agresi militer dan pembatasan kemanusiaan. Tercatat 813 pelanggaran sejak perjanjian diberlakukan,” demikian pernyataan Hamas.
Rincian Dugaan Pelanggaran
Hamas menyebut pelanggaran tersebut terjadi hampir setiap hari dan berdampak langsung pada warga sipil. Dugaan pelanggaran meliputi:
-
serangan udara terbatas di wilayah padat penduduk,
-
tembakan ke arah nelayan dan petani Gaza,
-
masuknya kendaraan militer ke area perbatasan,
-
serta penghambatan distribusi bantuan pangan dan medis.
Hamas menilai tindakan tersebut memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lama di Jalur Gaza.
Israel Bantah Tuduhan
Pihak Israel belum memberikan tanggapan langsung atas klaim angka 813 pelanggaran tersebut. Namun sebelumnya, militer Israel kerap menyatakan bahwa setiap operasi dilakukan sebagai respons terhadap ancaman keamanan, termasuk peluncuran roket atau aktivitas kelompok bersenjata dari Gaza.
Israel juga menegaskan bahwa kebijakan pembatasan di Gaza dilakukan demi alasan keamanan dan untuk mencegah penyelundupan senjata.
Reaksi Internasional dan Mediator
Sejumlah pihak internasional yang terlibat dalam proses mediasi—termasuk Mesir, Qatar, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa—terus mendorong kedua belah pihak menahan diri dan menjaga komitmen gencatan senjata.
PBB menyatakan keprihatinan atas laporan pelanggaran yang terus berulang dan menekankan pentingnya perlindungan warga sipil serta kelancaran bantuan kemanusiaan.
“Setiap pelanggaran gencatan senjata berpotensi memperburuk situasi kemanusiaan dan meningkatkan risiko eskalasi,” ujar seorang pejabat PBB.
Kondisi Kemanusiaan Masih Kritis
Di tengah tudingan tersebut, kondisi kemanusiaan di Gaza dilaporkan masih sangat memprihatinkan. Rumah sakit kekurangan obat-obatan, pasokan listrik terbatas, dan ribuan warga masih bergantung pada bantuan internasional.
Organisasi kemanusiaan mendesak agar seluruh pihak menghormati hukum humaniter internasional dan memastikan gencatan senjata benar-benar dijalankan.
Kekhawatiran Gencatan Senjata Gagal Bertahan
Analis konflik Timur Tengah menilai tudingan pelanggaran berulang ini dapat mengancam kelangsungan gencatan senjata yang rapuh. Tanpa pengawasan dan penegakan yang kuat, risiko kembalinya konflik berskala besar dinilai semakin tinggi.
Hamas menegaskan akan terus memantau situasi dan menuntut mediator internasional mengambil langkah tegas agar kesepakatan gencatan senjata dihormati sepenuhnya.
