JAKARTA BARAT (tvtogel) – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat bergerak cepat menindaklanjuti dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sekitar 20 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Meruya Selatan, Kembangan. Keracunan ini diduga berasal dari menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Meruya Selatan.
Kasus ini menjadi perhatian serius Pemkot, yang langsung membentuk tim untuk berdiskusi dengan berbagai pihak guna memastikan keamanan program gizi ke depan.
I. Kronologi dan Dugaan Puding Beraroma Gosong
Insiden dugaan keracunan ini terjadi pada Rabu (29/10/2025), tepat pada hari ketiga siswa SDN 01 Meruya Selatan menerima menu MBG.
- Jumlah Terdampak: Sebanyak 20 siswa mengalami gejala mual, pusing, dan muntah. Tujuh siswa harus dilarikan ke RSUD Kembangan, sementara 13 siswa lainnya ditangani oleh dokter di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
- Penyebab Dugaan: Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SDN Meruya Selatan 01, Siti Sofyatun, menduga item menu yang bermasalah adalah puding coklat yang saat itu disajikan. Siti mencium adanya aroma gosong atau sangit pada sebagian puding.
- Kondisi Siswa: Meskipun sempat dirawat, seluruh siswa dilaporkan sudah pulih dan kembali bersekolah keesokan harinya.
II. Tindak Lanjut Pemkot dan BGN
Pemkot Jakarta Barat dan Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas dan komprehensif untuk menginvestigasi kasus ini:
- Penutupan SPPG: BGN telah menyetop sementara operasional dapur SPPG Meruya Selatan yang memasok makanan ke sekolah tersebut, sambil menunggu hasil resmi dari Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
- Penghentian MBG di Sekolah: Pihak SDN Meruya Selatan 01 juga memutuskan untuk menghentikan sementara program MBG selama 10 hari ke depan, sambil melakukan jajak pendapat dengan orang tua siswa.
- Pendampingan Lintas Sektor: Pemkot Jakbar menjamin akan melakukan pendampingan kepada sekolah dengan melibatkan diskusi antara Suku Dinas Pendidikan, Suku Dinas Kesehatan, Kepolisian, BGN, dan perwakilan orang tua siswa.
Kepala Suku Dinas PPKUKM Jakarta Barat, Iqbal Idham Ramid, secara terpisah menyatakan pihaknya akan menelusuri asal puding yang dipasok, mengingat menu tersebut diduga berasal dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bekerja sama dengan SPPG. Pengecekan menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan standar higienitas dan sertifikasi halal UMKM tersebut.
III. Menunggu Hasil Labkesda
Hingga berita ini diturunkan, Pemkot dan BGN masih menunggu hasil resmi laboratorium untuk memastikan secara ilmiah apakah insiden ini murni disebabkan oleh keracunan menu MBG atau faktor lain.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi seluruh penyelenggara program makanan bergizi di sekolah untuk menjaga kualitas, sanitasi, dan standar pangan secara ketat, guna memastikan keselamatan anak didik.
